Dalam
kehidupan sehari-hari manusia akan selalu menghadapi risiko, karena kita tidak
tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari atau bahkan beberapa menit atau
detik yang akan datang. Akan banyak kemungkinan apa yang sudah kita rencanakan akan
gagal tidak sesuai dengan ekspektasi. Kegagalan itu bisa terjadi karena berbagai
faktor, yang dapat mengakibatkan risiko baik kerugian materi ataupun non materi
yang bermacam-macam bentuknya.

Bahkan setiap perusahaan pun akan selalu menanggung
risiko, baik kecelakaan kerja, kebangkrutan, maupun bencana alam itu merupakan
risiko yang lazim terjadi di berbagai perusahaan. Manajemen risiko merupakan fondasi
penting dalam menjalankan sebuah bisnis, karena dengan berkembangnya dunia
bisnis itu juga akan mengakibatkan semakin meningkatnya tingkat risiko yang
dihadapi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sehingga manajemen risiko harus ada dalam setiap
bidang karena demi mengurangi risiko yang akan timbul. Dalam mencegah atau mengurangi
risiko yang akan timbul kita harus memiliki keterampilan serta kemampuan untuk
mengidentifikasi risiko yang baru terjadi atau bahkan yang  terus berkembang, karena risiko harus
dikelola dengan baik agar tidak semakin buruk dalam ruang lingkup yang semakin
kompleks dan penuh tantangan untuk memberikan pelayanan yang baik dalam sebuah
lembaga usaha. Menerapkan sistem pengawasan risiko dan strategi untuk
mengendalikannya itu merupakan sebuah strategi dalam manajemen lembaga usaha
yang baik. Tanpa strategi maka kerugian 
dapat terjadi akibat dari lambatnya dalam merespon sesuatu yang gagal
sehingga mengakibatkan risiko yang akan berdampak seminimal mungkin untuk
lembaga usahanya. Dengan adanya manajemen risiko diharapkan suatu perusahaan
untuk perkembangan ke depannya. Karena strategi tidak bias langsung diterapkan
secara pasti di dalam perjalanan perusahaan sebab harus sesuai dengan
perkembangan situasi dan kondisi perusahaannya. Dengan begitu, dapat dikatakan
dalam menetapkan strategi ke depannya itu akan membantu perusahaan dalam
manajemen risiko, yang dapat ditinjau kembali strategi yang telah diterapkan
sehinggga dapat relevan dengan kondisi yang terus berkembang.

Prinsip tata kelola perusahaan yang unggul
menganjurkan setiap instansi untuk menerapkan manajemen risiko. Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lainnya saat ini ingin tahu lebih
banyak tentang risiko yang dihadapi oleh perusahaan, khusunya dunia perbankan,
lembaga pembiayaan, dan perusahaan-perusahaan publik.