Beberapa Comic Indonesia langsung diserbu oleh netizen karena dianggap

Beberapa hari yang lalu dunia
industri musik negeri gingseng di hebohkan dengan kematian penyanyi K-pop yaitu
Kim Jonghyun. Depresi yang dialami oleh lead vokal dari grup ‘SHINee’ ini yang
menyebabkan dia mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri setelah menghirup
gas karbon monoksida dari briket batu bara yang menyala. Tentu saja hal ini
membuat para penggemarnya bersedih, bahkan banyak penggemar Jonghyun yang ikut
bunuh diri. Salah satunya, penggemar asal Indonesia yang melakukan percobaan
bunuh diri dengan cara meminum obat hingga overdosis. Beruntungnya dia dapat
diselamatkan.

Akibat perbuatan tersebut banyak
respon negatif yang disampaikan melalui media sosial, salah satunya dari akun
twitter Meme Comic Indonesia. Beberapa postingan kebencian seperti “Ribuan
manusia dibunuh di Palestina, mereka diam. 1 plastik bunuh diri, mereka
menangis.” Tak berhenti sampai disitu, akun ini kembali menuliskan “Gak usah sedih,
plastik bisa didaur ulang”. Bahkan yang membuat netizen geram saat akun ini
menuliskan “Bunuh diri adalah solusi permanen untuk menyelesaikan masalah yang
bersifat sementara. Sama halnya dengan oplas.” Selain postingan akun komedi
tersebut, di acara program musik Indonesia ‘Dahsyat’ host acara tersebut
menjadikan kematian Jonghyun ‘SHINee’ sebagai bahan bercandaan seperti :

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

“Kemarin bintang Korea ada yang meninggal dunia ya?
Jonghun, Jonghun, Sine, Sine?” tanya Ayu Dewi.

“Ntar kalau mau tujuh harian silahkan datang,”
ujar Denny Cagur.

“Ke rumah siapa?” balas Dede Sunandar.

Atas perbuatannya yang memberikan komentar negatif kepada Kim
Jonghyun, akun twitter Meme Comic Indonesia langsung diserbu oleh netizen
karena dianggap sebagai akun untuk menyebar kebencian dan melakukan aksi blokir
hingga unfollow akun tersebut. Selain itu, untuk host program TV Dahsyat karena
menjadikan kematian ini sebagai bahan lelucon mereka menerima sanksi sosial
berupa sindiran dan hujatan oleh netizen.

Berdasarkan kejadian diatas, merupakan
contoh salah satu kasus cyber bullying.
Setiap detiknya kejadian apapun dipublikasikan dalam media sosial, seperti
Twitter, Path, Facebook, dan Instagram yang memiliki berjuta – juta pengguna. Kesempatan “Freedom of Writing and Speech” yang ditawarkan oleh media sosial,
dimana setiap orang bebas untuk mengungkapkan ide atau pendapatnya yang
menyebabkan media sosial digemari. Seperti yang kita ketahui setiap warga negara
Indonesia bebas mengemukakan pendapatnya dan mengeluarkan pikirannya karena
dijamin secara konstitusional. Dijelaskan dalam UUD 1945 pasal 28 bahwa kita
dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan. Selain itu, undang-undang
yang mengatur kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum diatur dalam Undang-Undang
No. 9 Tahun 1998.

Akan tetapi, jika kita lihat dari
sisi kemanusiaan atas perbuatan yang mereka lakukan apa mereka pantas
menjadikan orang yang sudah meninggal sebagai sebagai bahan bercandaan dan
memberikan komentar kebencian. Walaupun mereka tidak suka dengan Jonghyun karena
sebagai publik figur yang meninggal dengan cara bunuh diri sehingga berita
tentang kematiannya sempat membuat heboh, tetapi kelakuan mereka tetap tidak
etis. Miris memang, meski dilihat dari sudut pandang mana pun bunuh diri adalah
keputusan yang salah karena diluar sana masih banyak orang yang berjuang untuk
hidup. Sangat disayangkan atas tanggapan negatif dari mereka, jika mereka tidak
suka seharusnya mereka cukup menghormati bukan menghakimi atau menyalahkan
orang yang sudah meninggal. Apakah mereka tidak memikirkan perasaan keluarga
korban yang sedang berduka? Bagaimana kalo mereka berada di posisi keluarga
korban? Ketika sedih karena kehilangan anggota keluarganya yang meninggal
tetapi malah dijadikan bercandaan. Tanggapan negatif seperti diatas dapat
mengganggu mental keluarga korban.

Cyber bullying memang bukan hal
yang dapat diremehkan, karena dampak yang ditimbulkan dari perbuatan ini yaitu
depresi berat, stress, hingga timbul upaya untuk bunuh diri. Pelaku cyber
bullying selalu memberikan komentar negatif diseluruh media sosial yang korban
gunakan, baik di kolom komentar postingan korban atau mengubungi secara
personal. Tentu saja perbuatan ini merupakan tindak kriminal, apabila seseorang
melakukan perbuatan cyber bullying mereka telah melanggar Undang – Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tahun 2008 dan perubahannya tahun
2016 yang berkaitan dengan pasal berikut :

a)     
Pasal 27 ayat 1 yang berbunyi, “Setiap Orang
dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

b)     
Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi, “Setiap Orang
dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

c)      
Pasal 28 ayat 1 yang berbunyi, “Setiap Orang
dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang
mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.”

d)     
Pasal 28 ayat 2 yang berbunyi, “Setiap Orang
dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk
menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok
masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan
(SARA).”

Orang tersebut harus
mempertanggung jawabkan perbuatannya dan menerima sanksi yang sesuai dengan
ketentuan diatas. Dunia itu besar dan opini yang ada pun sangat beragam, tidak
apa jika kita ingin memberikan komentar ke orang lain karena setiap orang punya
hak untuk memberikan komentar berupa saran dan kritik yang membangun kepada
orang lain bukan memberikan komentar berupa hujatan dengan mengolok – olok
kekurangan orang lain.